kepadamalaikat rukun iman yang kedua, lengkap dalil naqli dan aqli tentang iman kepada kitab allah, pengertian dan hikmah beriman kepada rasul rasul allah swt, rangkuman materi com, makalah iman kepada rasul allah swt blogger, iman kepada allah cinta ku padha agama ku, beriman kepada malaikat pengertian sifat hikmah contoh,
Tidak diragukan lagi bahwa siapapun ingin hidup bahagia. Masing-masing dalam hidup ini mendambakan ketenangan kedamaian kerukunan dan kesejahteraan. Namun di manakah sebenarnya dapat kita peroleh hal itu semua? Sesungguhnya menurut ajaran Islam hanya iman yang disertai dengan amal shaleh yang dapat menghantarkan kita baik sebagai individu maupun masyarakat ke arah itu. " Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh baik laki-laki-laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yg telah mereka kerjakan. ". Dengan iman umat Islam generasi pendahulu mencapai kejayaan berhasil merubah keadaan dunia dari kegelapan menjadi terang benderang. Dengan iman masyarakat mereka menjadi masyarakat adil dan makmur. Para umara' melaksanakan perintah Allah para ulama beramar ma'ruf dan nahi mungkar dan rakyat saling tolong-menolong atas kebajikan dan kebaikan. Kalimatul Haq mereka junjung tinggi tiada yang mengikat antar mereka selain tali persaudaraan iman. Namun setelah redup cahaya iman di hati kita lenyaplah nilai-nilai kebaikan diantara kita. Masyarakat kita pun menjadi masyarakat yang penuh dengan kebohongan kesombongan kekerasan individualisme keserakahan kerusakan moral dan kemungkaran. Dengan memohon ma'unah Allah makalah singkat ini mencoba menjelaskan beberapa hal yg berkaitan dgn topik tersebut di atas. Iman kepada Rasul-Rasul Allah merupakan suatu kewajiban, karena iman kepada Rasul-Rasul Allah merupakan rukun iman, yaitu yang ke 4. Iman kepada Rasul artinya mempercayai dengan sepenuh hati atas kedatangan Rasul,mulai dari Rasul yang pertama yaitu Nabi Adam as hingga Rasul terakhir yaitu Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam.
PerintahAllah Ta'ala untuk beriman kepada Kitab-Kitab-Nya dan penjelasan Allah tentang kitab-kitab tersebut. Allah Ta'ala berfirman, · "Hai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dna kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya." (An-Nisa': 136).
Al Islam 1 Fakultas Teknik, Jurusan Teknik SIpil Universitas Muhammadiyah Mataram 3 Utsaimin menyampaikan dalam kitabnya Syarh Tsalatsatul Ushul, keimanan pada Rasul terkandung empat unsur di dalamnya . Perlu diperhatikan bahwa penyebutan empat di sini bukan berarti pembatasan bahwa hanya ada empat unsur dalam keimanan kepada nabi dan rosul-Nya. 1. Mengimani bahwa Allah benar-benar mengutus para Nabi dan Rasul. Orang yang mengingkari – walaupun satu Rasul – sama saja mengingkari seluruh Rasul. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.” QS. Asy- Syu’araa 26105. Walaupun kaum Nuh hanya mendustakan nabi Nuh, akan tetapi Allah menjadikan mereka kaum yang mendustai seluruh Rasul. 2. Mengimani nama-nama Nabi dan Rasul yang kita ketahui dan mengimani secara global nama-nama Nabi dan Rasul yang tidak ketahui. 3. Membenarkan berita-berita yang shahih dari para Nabi dan Rasul. 4. Mengamalkan syari’at Nabi dimana Nabi diutus kepada kita. Dan penutup para nabi adalah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang beliau diutus untuk seluruh umat manusia. Sehingga ketika telah datang Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, maka wajib bagi ahlu kitab tunduk dan berserah diri pada Islam Sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya, “Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepen uhnya.” QS. An- NisaA’ 465 Jumlah Nabi tidaklah terbatas hanya 25 orang dan jumlah Rasul juga tidak terbatas 5 yang kita kenal dengan nama Ulul Azmi. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Dzar Al-Ghifari, ia bertanya pada Rasulullah, “Ya Rasulullah, berapa jumlah rasul? ”, Nabi shallallahu’alaihiwasallam menjawab, “Tiga ratus belasan orang.” HR. Ahmad dishahihkan Syaikh Albani. Dalam riwayat Abu Umamah, Abu Dzar bertanya, “Wahai Rasulullah, berapa tepatnya para nabi? ”, Nabi shallallahu’alaihiwasallam menjawab,“ dan Rasul itu 315 orang.” Namun terdapat pendapat lain dari sebagian ulama yang menyatakan bahwa jumlah Nabi dan Rasul tidak dapat kita ketahui. Wallahu’alam.
PerilakuBeriman Kepada Allah - .kewajiban, karena iman kepada Rasul-Rasul Allah merupakan rukun Rasul-Rasul Itu Kekasih Allah Swt. Semua Rasul Yaitu Utusan Allah Swt - MINDUT 6 Fungsi Beriman Kepada Rasul dan Dalilnya - 17 - Panduan Pengembangan Kurikulum TPA (Taman Pendidikan Alquran)
Makalah beriman kepada kitab kitab allah Makalah Iman Kepada Kitab Allah PDF MAKALAH BERIMAN KEPADA KITAB ALLAH 1 Makalah Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah PDF Makalah beriman kepada kitab kitab allah MAKALAH IMAN KEPADA KITAB AL QUAN DOC Makalah Tentang Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah Sahrul Parawie - Makalah beriman kepada kitab kitab allah MAKALAH BERIMAN KEPADA KITAB ALLAH 1 DOC MAKALAH IMAN KEPADA KITAB AL-QU’AN Dharmo De Daniel Radcliffie - Makalah beriman kepada kitab kitab allah Makalah beriman kepada kitab kitab allah Hadits Riwayat Muslim Tentang Iman Kepada Malaikat - Gambar Islami Makalah beriman kepada kitab kitab allah Contoh Makalah Agama Islam Tentang Kitab Injil - Contoh Makalah IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH - ppt download Iman Kepada Kitab Allah PDF Materi Iman Kepada Kitab Allah – Mudah MAKALAH BERIMAN KEPADA KITAB ALLAH 1 KONSEP IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH - ppt download MAKALAH BERIMAN KEPADA KITAB - MAKALAH BERIMAN KEPADA KITAB ALLAH BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Dalam agama islam dikenal empat buah Course Hero Arkanul Iman PDF Makalah beriman kepada kitab kitab allah Makalah Iman Kepada Hari Akhir ⋆ DOC PDF ⋆ Download Contoh Makalah Lengkap DOC Iman kepada Allah SWT Nurfaidah Lestari - Muhammad Mauladi Makalah Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Iman Kepada Kitab Allah Definisi, Dalil, Urgensi, Buah Iman, & Hikmah Makalah Iman Kepada Malaikat PDF DOC Makalah agama islam II Likha Alayya - Pengertian Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt. Dan Mengenal Kitab-Nya Pelajaran Sekolah Online MAKALAH BERIMAN KEPADA KITAB ALLAH 1 Hadits Tentang Iman Kepada Rasul Allah - Gambar Islami Makalah Kitab Zabur Doc - Contoh Makalah Sebutkan Fungsi Iman Kepada Kitab Allah - Coba Sebutkan Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah-Flip eBook Pages 1 - 8 AnyFlip AnyFlip Bab 2 Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Kitab Taurat Diturunkan Kaum koloid Beriman Kepada Kitab Allah - ppt download Top PDF BAB II IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH - IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH - Makalah Tentang Iman Kepada Kitab Kitab Allah MAKALAH BERIMAN KEPADA KITAB - MAKALAH BERIMAN KEPADA KITAB ALLAH BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Dalam agama islam dikenal empat buah Course Hero DOC Makalah Pendidikan Agama Islam Iman dan Taqwa Arizki Primayuda - Perilaku Dan Hikmah Beriman Kepada Kitab Kitab Allah Swt. Pelajaran Sekolah Online √ Pengertian Iman Kepada Kitab Allah dan Hikmahnya Lengkap Beriman Kepada Kitab Allah PDF Ulangan Harian Iman Kepada Kitab-kitab Allah - ProProfs Quiz MAKALAH BERIMAN KEPADA KITAB ALLAH 1 Iman terhadap Kitab-kitab Allah Islam NU Online Contoh Perilaku Iman Kepada Kitab Allah, Penjelasan dan Kesimpulan MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH - ppt download MAKALAH HADIS RUKUN IMAN - Pustaka Media Syariah Makalah Iman Kepada Kitab Allah Makalah Keimanan dan Ketakwaan dalam kehidupan - BAB I PENDAHULUAN Latar belakang Dalam kehidupannya manusia tidak akan pernah bisa lepas Course Hero Arkanul Iman - [DOCX Document] Makalah beriman kepada kitab kitab allah √ Beriman Kepada Kitab Allah Pengertian, Hikmah, Manfaat, Perilaku Makalah Iman Kepada Kitab Allah PDF DOC Makalah agama islam 2 Sayid faizal - Iman Kepada Kitab Allah - SEKOLAH PRESTASI GLOBAL Hikmah Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah dan Rasul-RasulNya - Radio Rodja 756 AM Makalah beriman kepada kitab kitab allah Pengertian dan Dalil Iman kepada Kitab Allah swt Rangkuman PAIBP Kelas 11 Bab 1 Beriman Kepada Kitab-kitab Allah Swt ~ - SekolahMuOnline Hadits Tentang Iman Kepada Rasul Allah - Gambar Islami Makalah Iman Kepada Hari Akhir Doc - Contoh Makalah Makalah Iman Kepada Kitab Kitab Allah Swt - Makalah agama islam - Mas Zidni Beriman Kepada Kitab Allah - ppt download Rangkuman Materi PAI Kelas 11 Bab 1 - Portal Edukasi MAKALAH BERIMAN KEPADA KITAB ALLAH 1 Makalah Iman Kepada Rasul Allah. PDF Hikmah beriman kepada kitab-kitab Allah swt PDF MAKALAH BERIMAN KEPADA KITAB -KITAB ALLAH SWT Kangmas Trisno - Kumpulan Soal Pai Bab Iman Kepada Kitab - Perangkat Sekolah makalah iman kepada kitab - MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH DI SUSUN OLEH 1 SITTI MARWAH NUR 2 ANDI LADY ASTINA Course Hero Iman Kepada Kitab Allah Definisi, Dalil, Urgensi, Buah Iman, & Hikmah Memahami Hikmah Beriman kepada Kitab-kitab Allah ika febiana makalah iman kepada kitab allah MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH - ppt download Memahami Hikmah Beriman kepada Kitab-kitab Allah Makalah Iman Kepada Hari Akhir Doc - Contoh Makalah Pengertian dan Dalil Iman kepada Kitab Allah swt MAKALAH BERIMAN KEPADA KITAB ALLAH 1 DOC Makalah Iman Kepada Malaikat Stan Pekanbaru - Rangkuman PAI Iman Kepada Kitab Allah Rukun Iman Ketiga & Dalilnya Makalah beriman kepada kitab kitab allah Sebutkan Hikmah Beriman Kepada Kitab Allah - Coba Sebutkan MAKALAH BERIMAN KEPADA KITAB - MAKALAH BERIMAN KEPADA KITAB ALLAH BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Dalam agama islam dikenal empat buah Course Hero Kumpulan Soal Pai Bab Iman Kepada Kitab - Perangkat Sekolah Makalah Iman Kepada Kitab Allah PDF Beriman Kepada Malaikat, Kitab, dan Rasul Bagaimana Mengimaninya dan Hikmah Mengimaninya Oleh Tia Restu Rahmawati Febri Antoro ppt download MAKALAH BERIMAN KEPADA KITAB ALLAH 1 Pengertian dan Dalil Iman kepada Kitab Allah swt PDF Makalah Iman Kepada Allah Raka I Q B A L Syamsuddin - Iman kepada kitab Allah Memahami Hikmah Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT dalam Islam Iman kepada Kitab-kitab Allah SWT Halaman 1 - Mengapa Umat Islam Harus Beriman Kepada Kitab Kitab Allah Swt Konsekuensi Beriman Kepada Kitab Allah Subhanahu Wa Ta’ala Adalah √ Iman Kepada Kitab Allah SWT. Pengertian, Hikmah [Lengkap]
Kitaakan membahas Akhlak terhadap Allah dan Rasulullah ﷺ. B. Akhlak Terhadap Allah Akhlak kepada Allah dapat diartikan sebagai sikap atau perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai makhluk, kepada Tuhan sebagai khalik. Sikap atau perbuatan itu memiliki ciri-ciri perbuatan akhlak sebagaimana telah disebut diatas.
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Sebagai mana yang telah kita ketahui bersama bahwa kita tidak akan lepas dengan apa yang namanya aturan-aturan yang terkait dengan hidup dan kehidupan kita sebagai umat Islam, kita berkewajiban untuk mentaati dan mematuhi segala ajarannya. Untuk menjadi umat islam yang sempurna maka kita harus beriman kepada Allah SWT, dan Rasul-Nya dan kitab-kitab yang telah Allah turunkan kepada Rasul-Nya. Di kesempatan ini kami akan membahas tentang penafsiran ayat-ayat yang berkaitan dengan kewajiban mematuhi Allah dan rasul-Nya B. RUMUSAN MASALAH 1. Apa pengertian Iman Kepada Rasul ALLAH? 2. Bagaimana cara beriman kepada Rasul Allah SWT? 3. Apa sifat wajib yang dimiliki oleh Rasul Allah SWT? 4. Berapa jumlah Rasul dan apa apa saja yang termasuk ULUL AZMI? 5. Apa tugas rasul dan mikjizatnya? 6. Apa saja tugas Rasul? 7. Apa saja fungsi Rasul? 8. Bagaimana cara beriman kepada Rasul Allah SWT? C. TUJUAN Untuk mengetahui pengertian Iman kepada Rasul Allah SWT, cara beriman kepada Rasul Allah SWT, sifat wajib yang dimiliki oleh Rasul Allah SWT, tugas dan fungsi Rasul Allah SWT, serta bagaimana cara beriman kepada Rasul Allah SWT. BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN IMAN KEPADA RASUL ALLAH SWT Pengertian menurut bahasa, rasul berarti utusan Allah. Dapat juga diartikan sebagai seseorang yang mengikuti berita-berita yang mengutusnya. Pengertian menurut istilah, berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah mengutus manusia laki-laki terpilih yang diberi wahyu oleh Allah SWT dan wahyu tersebut harus disampaikan kepada umatnya sebagai pedoman dan petunjuk hidup, agar hidupnya selamat dari dunia hingga kelak di akherat. Iman kepada Rasul Allah termasuk rukun iman yang keempat dari enam rukun yang wajib diimani oleh setiap umat Islam. Yang dimaksud iman kepada para rasul ialah meyakini dengan sepenuh hati bahwa para rasul adalah orang-orang yang telah dipilih oleh Allah swt. untuk menerima wahyu dariNya untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia agar dijadikan pedoman hidup demi memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Menurut Imam Baidhawi, Rasul adalah orang yang diutus Allah swt. dengan syari’at yang baru untuk menyeru manusia kepadaNya. Sedangkan nabi adalah orang yang diutus Allah swt. untuk menetapkan menjalankan syari’at rasul-rasul sebelumnya. Sebagai contoh bahwa nabi Musa adalah nabi sekaligus rasul. Tetapi nabi Harun hanyalah nabi, sebab ia tidak diberikan syari’at yang baru. Ia hanya melanjutkan atau membantu menyebarkan syari’at yang dibawa nabi Musa AS. Mengenai identitas rasul dapat dibaca dalam Al Anbiya ayat 7 dan Al-Mukmin ayat 78 yang artinya “ Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu Muhammad melainkan beberapa orang laki-laki yang kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu jika kamu tiada mengetahui.” al Anbiya 7 "Dan sesungguhnya telah kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada pula yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang Rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang perintah dari Allah, diputuskan semua perkara dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil." Al-Mukmin 78 Dalam ayat di atas dijelaskan, bahwa rasul-rasul yang pernah diutus oleh Allah swt. adalah mereka dari golongan laki-laki, tidak pernah ada rasul berjenis kelamin perempuan, dan jumlah rasul yang diutus sebelum Nabi Muhammad saw. sebenarnya sangat banyak. Di antara para rasul itu ada yang diceritakan kisahnya di dalam Al-Quran dan ada yang tidak. B. CARA BERIMAN KEPADA RASUL ALLAH SWT 1. Meyakini dengan penuh tanggung jawab akan kebenaran Nabi Muhammad dan apa yang oleh beliau bawa, sebagaimana Allah menandaskan tentang ciri orang bertaqwa الْمُتَّقُونَ هُمُ أُولَٰئِكَ بِهِ وَصَدَّقَ بِالصِّدْقِ جَاءَ وَالَّذِي “Dan orang-orang yang membawa kebenaran Muhammad dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertaqwa. Az-Zumar 33. 2. Ikhlas mentaati Rasul dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangannya. “Dan jika kamu taat kepadanya , niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan amanat Allah dengan terang”. 3. Mengikuti ajaran pemikiran, pokok-pokok agama, hukum-hukum dan cabang cabangnya sesuai dengan yang beliau ajarkan dengan ikhlas. Allah berfirman فِييَجِدُوا لَا ثُمَّ بَيْنَهُمْ شَجَرَفِيمَا يُحَكِّمُوكَ حَتَّىٰيُؤْمِنُونَ لَا وَرَبِّكَ فَلَا تَسْلِيمًا وَيُسَلِّمُوا قَضَيْتَ مِمَّا حَرَجًا أَنْفُسِهِمْ “Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka persilisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan , dan mereka menerima dengan sepenuhnya. An-Nisa 65. 4. Mencintai beliau , keluarga, para sahabat dan segenap pengikutnya. Rasulullah bersabda, yang artinya. “Tidaklah beriman seorang sehingga aku lebih dia cintai dari pada orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia HR. Al-Bukhari dan Muslim. 5. Membela dan memperjuangkan ajaran Nabi serta berda’wah demi membebaskan ummat manusia dari kegelapan/kedhaliman, kebatilan, kemungkaran dan kemaksiatan menuju kepada cahaya kebenaran. Sebagaimana firman Allah فِي عِنْدَهُمْ مَكْتُوبًا يَجِدُونَهُ الَّذِي النَّبِيَّ الرَّسُولَ يَتَّبِعُونَ الَّذِينَ وَيُحِلُّ الْمُنْكَرِ عَنِ وَيَنْهَاهُمْ بِالْمَعْرُوفِ يَأْمُرُهُمْ وَالْإِنْجِيلِ التَّوْرَاةِ إِصْرَهُمْ عَنْهُمْ وَيَضَعُ الْخَبَائِثَ عَلَيْهِمُ وَيُحَرِّمُ الطَّيِّبَاتِ لَهُمُ وَنَصَرُوهُ وَعَزَّرُوهُ بِهِ مَنُوافَالَّذِينَ عَلَيْهِمْ كَانَتْ الَّتِي وَالْأَغْلَالَ الْمُفْلِحُونَ هُمُ أُولَٰئِكَ مَعَهُ أُنْزِلَ الَّذِي النُّورَ وَاتَّبَعُوا Yaitu orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya Al Quran, mereka itulah orang-orang yang beruntung Al-’Araf 157. 6. Meneladani akhlaq dan kepemimpinan Nabi dalam setiap amalnya, Allah berfirman اللَّهَ يَرْجُو كَانَ لِمَنْ حَسَنَةٌ أُسْوَةٌ اللَّهِ رَسُولِ فِي لَكُمْ كَانَ لَقَدْ كَثِيرًا اللَّهَ وَذَكَرَ الْآخِرَ وَالْيَوْمَ “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu yaitu orang-orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah Al-Ahzab21. Banyak membaca shalawat dan salam kepada beliau terutama setelah disebut namanya. 7. Waspada dan berhati-hati dari ajaran-ajaran yang menyelisihi ajaran Nabi Muhammad seperti waspada dari syirik, tahayul, bid’ah, khurafat, itulah pernyataan Allah يَعْلَمُ قَدْ بَعْضًا بَعْضِكُمْ كَدُعَاءِ بَيْنَكُمْ الرَّسُولِ دُعَاءَ تَجْعَلُوا أَمْرِهِ عَنْ يُخَالِفُونَ الَّذِينَ فَلْيَحْذَرِ لِوَاذًا مِنْكُمْ يَتَسَلَّلُونَ الَّذِينَ اللَّهُ أَلِيمٌ عَذَابٌ يُصِيبَهُمْ أَوْ فِتْنَةٌ تُصِيبَهُمْ أَنْ Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian yang lain. Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung kepada kawannya, maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. An-Nur 63. 8. Mensyukuri hidayah keimanan kepada Allah dan RasulNya dengan menjaga persatuan umat Islam dan menghindari perpecahan dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan AS-Sunnah shohihah. Itulah tegaknya agama وَمَا إِلَيْكَ أَوْحَيْنَا وَالَّذِي نُوحًا بِهِ وَصَّىٰمَا الدِّينِ مِنَ لَكُمْ شَرَعَ تَتَفَرَّقُوا وَلَا الدِّينَ أَقِيمُوا أَنْ”وَعِيسَىٰوَمُوسَىٰ إِبْرَاهِيمَ بِهِ وَصَّيْنَ مَنْ إِلَيْهِ يَجْتَبِي اللَّهُ “إِلَيْهِ تَدْعُوهُمْ مَا لْمُشْرِكِينَعَلَى كَبُرَ فِيهِ يُنِيبُ يمَنْ إِلَيْهِ وَيَهْدِي يَشَاءُ “Dia telah mensyari’atkan bagi kaum tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu Tegakkanlah agama 1341 dan janganlah kamu berpecah belah karenanya. Asy-Syura 13 C. SIFAT WAJIB YANG DIMILIKI RASUL 1. Shiddiq benar. Mereka selalu berkata benar, dimana, kapan dan dalam keadaan bagaimanapun mereka tidak akan berdusta kadzib. 2. Amanah, yaitu dapat dipercaya, jujur, tidak mungkin khianat. 3. Tabligh, artinya mereka senantiasa konsekwen menyampaikan kebenaran wahyu kepada umatnya. Tidak mungkin mereka menyembunyikan kebenaran yang diterimanya dari Allah swt. kitman, meskipun mereka harus menghadapai resiko yang besar. 4. Fathanah, artinya semua rasul-rasul adalah manusia-manusia yang cerdas yang dipilih Allah swt. Tidak mungkin mereka bodoh atau idiot baladah. Khusus nabi Muhammad saw. sebagai pemimpin para rasul sayyidul mursalin mendapat sanjungan dan pujian yang luar biasa dari Allah swt. disebabkan karena akhlaknya sebagaimana tersebut dalam surah Al Qalam ayat 4 yang artinya “Dan sesungguhnya kamu Muhammad benar-benar berbudi pekerti yang agung “ Al Qalam 4 D. MENYEBUTKAN JUMLAH RASUL ALLAH SWT, DAN YANG TERMASUK ULUL AZMI Nabi adalah orang yang mendapat wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri tanpa berkewajiban menyampaikan kepada orang lain. Rasul adalah orang yang menerima wahyu yang selain untuk dirinya juga berkewajiban meyampaikan kepada orang lain. Jumlah nabi dan rasul itu banyak sekali, menurut hadist riwayat Ahmad jumlah nabi ada orang, sedangkan jumlah rasul 315 orang, akan tetapi yang tercantum dalam Al Qur’an yang wajib diimani sebanyak 25 orang. Dan Sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada pula yang tidak Kami ceritakan kepadamu. tidak dapat bagi seorang Rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; Maka apabila telah datang perintah Allah, diputuskan semua perkara dengan adil. dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. QS. Al-Mukmin 78 Jumlah rasul yang diabadikan Allah dalam AlQur’an ada 25 orang. Delapan belas nama diantara mereka disebutkan dalam Surah Al-An’am ayat 83-86 dan selebihnya disebutkan dalam surat-surat yang lain. Dua puluh lima rasul tersebut adalah sebagai berikut 1Adam as as as as as as as as as as as as as saw as as as as as as as as as 20. Daud as Rasul ulul azmi adalah rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati dan kesabaran luar biasa dalam menghadapi halangan dan rintangan ketika melaksanakan perintah Allah SWT, yaitu menyampaikan wahyu Allah SWT kepada ummatnya. Hal ini berdasarjan firman Allah SWT dalam surat Al Ahqaaf ayat 35. Artinya “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari Rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan azab bagi mereka. pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka merasa seolah-olah tidak tinggal di dunia melainkan sesaat pada siang hari. inilah suatu pelajaran yang cukup, Maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.” Rasul-rasul yang termasuk ulul azmi ada 5 orang rasul, mereka adalah 1. Muhammad SAW, 2. Nuh AS, 3. Ibrahim AS, 4. Musa AS, 5. Isa E. RASUL DAN MUKJIZAT Mukjizat mempunyai arti dan peranan yang sangat penting bagi rasul dalam melaksanakan tugas kerasulannya. Mukjizat memiliki dua fungsi pokok yaitu Sebagai bukti bahwa orang yang memilikinya adalah benar-benar utusan Allah SWT. Sebagai senjata untuk menghadapi musuh-musuh yang menentangnya. Mukjizat adalah peristiwa ajaib yang sukar dijangkau oleh akal kemampuan manusia. Mukjizat dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu Mukjizat kauniyah adalah mukjizat yang berkaitan dengan peristiwa alam, seperti dibelahnya bulan menjadi dua oleh Nabi Muhammad SAW dan dibelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa as dengan tongkat. Mukjizat syakhsiyyah adalah mukjizat yang keluar dari tubuh seorang nabi dan rasul, seperti air yang keluar dari celah-celah jari Rasulullah SAW, cahaya bulan yang memancar dari tangan Nabi Musa as serta penyembuhan penyakit buta dan kusta oleh Nabi Isa as. Mukjizat salbiyyah adalah mukjizat yang membuat sesuatu tidak berdaya seperti ketika Nabi Ibrahim as dibakar oleh Raja Namrud, akan tetapi api tidak mampu membakarnya. Mukjizat aqliyyah adalah mukjizat yang rasional atau masuk akal. Contoh satu-satunya adalah Al Qur’an. F. TUGAS RASUL Tugas pokok yang diberikan Allah SWT kepada para nabi dan rasul sejak dari Nabi Adam AS sampai dengan Nabi Muhammad SAW adalah 1. Memberi kabar gembira bagi orang-orang yang mentaati risalah-Nya. 2. Membimbing umatnya ke jalan yang benar sehingga memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akherat. 3. Memberi peringatan kepada orang-orang yang mengingkari-nya Mengajak umatnya untuk menyembah hanya kepada Allah ajaran Tauhid 4. Menyampaikan amanat dari Allah. 5. Memberi peringatan kepada umat manusia. 6. Memberikan kabar gembira dan peringatan. 7. Membawa petunjuk dan agama yang benar. 8. Menjadi teladan hidup bagi umat manusia G. FUNGSI IMAN KEPADA RASUL ALLAH SWT fungsi iman kepada Nabi dan Rasul adalah 1. Menambah keimanan kepada Allah SWT, bahwa Rasul itu benar-benar pilihan Allah. 2. Mengenal Allah SWT dan tata cara beribadah kepada-Nya. 3. Mendorong manusia untuk memiliki kepribadian yang luhur dengan cara menjadikan Rasulullah sebagai “Uswatun Hasanah” 4. Mempercayai ajaran-ajaran yang dibawa Rasul Allah untuk disampaikan kepada umatnya. 5. Mengamalkan ajaran yang diberikan oleh Rasulullah H. CONTOH BERIMAN KEPADA RASUL ALLAH SWT 1. Mempercayai dengan sepenuh hati bahwa para Rasul adalah manusia biasa yang dipilih oleh Allah SWT untuk menyampaikan wahyu/ firman-Nya kepada umat manusia untuk dijadikan sebagai pedoman hidup. 2. Mempercayai dengan sepenuh hati bahwa para Rasul diutus oleh Allah SWT untuk menjadi teladan hidup bagi manusia. 3. Membenarkan apa yang dibawa oleh para Rasul dan menjadikan apa yang dibawa oleh Rasul sebagai pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari. 4. Meyakini bahwa nabi muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul yang terakhir BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Pengertian menurut bahasa, rasul berarti utusan Allah. Dapat juga diartikan sebagai seseorang yang mengikuti berita-berita yang mengutusnya. Pengertian menurut istilah, berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah mengutus manusia laki-laki terpilih yang diberi wahyu oleh Allah SWT dan wahyu tersebut harus disampaikan kepada umatnya sebagai pedoman dan petunjuk hidup, agar hidupnya selamat dari dunia hingga kelak di akherat. B. SARAN Dengan adanya makalah ini, penyusun berharap makalah ini dapat berguna bagi banyak orang. Penyusun juga berharap supaya beberapa poin penting dalam makalah ini dapat diterapkan dalam kehidupan. DAFTAR PUSTAKA DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Iman Kepada Rasul Allah Swt B. Cara Beriman Kepada Rasul Allah Swt C. Sifat WAJIB YANG DIMILIKI RASUL D. Menyebutkan Jumlah Rasul Allah Swt, Dan Yang Termasuk Ulul Azmi E. Rasul Dan Mukjizat F. Tugas Rasul G. Fungsi Iman Kepada Rasul Allah Swt H. Contoh Beriman Kepada Rasul Allah Swt BAB III PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTATR PUSTAKA MAKALAH IMAN KEPADA RASUL ALLAH DISUSUN OLEH NAMA KELOMPOK 1. ANNIDA MIRAWATI 2. DESI LARASAFITRI 3. VINA IKA ARIANTY 4. ANDRI KUSUMA 5. SANHAJI KELAS XI SOSIAL 1 SMA NEGERI 1 MASBAGIK TP 2017/2018
DalilNaqli Iman Terhadap Malaikat Dalil iman kepada malaikat ada di Q.S An-Nisa' ayat 136: dalil beriman terhadap malaikat dan hukum beriman kepada malaikat: Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman terhadap Allah & Rasul-Nya & terhadap kitab yang Allah turunkan terhadap Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Iman kepada Rasul-Rasul Allah adalah tanggung jawab, karena iman kepada Rasul-Rasul Allah adalah rukun iman, yaitu yang ke 4. Iman kepada Rasul tidak mempercayai dengan sepenuh hati atas kedatangan Rasul, mulai dari Rasul yang pertama yaitu Nabi Adam sebagai Nabi Rasul terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW. Ajaran yang disampaikan oleh para nabi dan Rasul sejak Nabi Adam as sampai Nabi Muhammad SAW. Terbuat dari rangkaian yang memiliki satu tujuan yaitu memuji Allah SWT. Berupa syariat atau hukum tertentu yang akhirnya disampaikan atau di ajarkan kepada orang-orangnya. Oleh karena itu, kita sebagai seorang muslim, wajib beriman atau mempercayai kepada para Rasul Allah dengan hal itu kita akan mengamalkan semua ajaran yang di bawa oleh Rasulullah Allah tersebut. Dengan berpegang hidup pada Allah dan sunah Rasul maka kita akan hidup bahagia di dunia dan juga akhirat. Namun, di dalam kehidupan sehari-hari, kita hanya mengetahui tentang pengertiannya saja, tetapi hanya terbatas, tanpa mengetahui akan semakin lebih dalam dan penerapannya di dalam kehidupan yang kita jalani atau di dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kami membutuhkan dan menerapkan, memahami dan menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari, tentu saja akan lebih bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat kita. B . Tujuan Makalah ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut 1. Untuk mengetahui apa yang mencerminkan iman kepada Rasul. 2. Untuk mengetahui cara kita beriman kepada Rasul Allah. 3. Untuk mengetahui jumlah Rasul yang Wajib Kita Diturunkan dari Sejarah Singkatnya. 4. Untuk mengetahui tugas dari para Rasul Allah. 5. Untuk mengetahui hikmah dari beriman kepada Rasul Allah 6. Untuk informasi bagaimanakah cara kita untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN DAN PENTINGNYA BERIMAN KEPADA RASUL-RASUL ALLAH SWT Rasul adalah manusia pilihan Allah SWT yang memberi amanah untuk menyampaikan wahyu atau membimbing manusia agar berlangsung pada jalan yang benar. Sebagai manusia, rasul memiliki sifat-sifat seperti yang dimiliki manusia lainnya, misalnya makan, minum, bekerja, berkeluarga, dan bermasyarakat. Allah SWT berfirman sebagia berikut 43. Dan kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang kami beri wahyu kepada mereka; Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan[828] jika kamu tidak mengetahui, Qs. An-Nahl / 16 43 [828] Yakni orang-orang yang mempunyai pengetahuan tentang nabi dan kitab-kitab. Allah berfirman sebagai berikut 8. Dan tidaklah kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak pula mereka itu orang-orang yang kekal. Qs. Al-Anbiya / 218 Orang-orang kafir merasa heran, mengapa rasul-rasul itu terdiri atas manusia biasa, bukan dari golongan malaikat yang suci. Keheranan orang-orang kafir diabadikan oleh Allah SWt dalam firmanNya sebagai berikut 7. Dan mereka berkata “Mengapa Rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama- sama dengan dia?, Qs. Al-Furqon / 257 B. BUKTI/DALIL TENTANG KEBENARAN ADANYA RASUL-RASUL ALLAH SWT Dengan bukti atau dalil manusia semakin mempercayai sesuatu yang diterima dari seseorang. Adapun bukti datau dalil tentang adanya rasul-rasul Allah SWT, antara lain sebagai berikut 47. Tiap-tiap umat mempunyai rasul; Maka apabila Telah datang Rasul mereka, diberikanlah Keputusan antara mereka[695] dengan adil dan mereka sedikitpun tidak dianiaya. Qs. Yunus / 1047 [695] Maksudnya antara Rasul dan kaumnya yang mendustakannya. Pada ayat di atas dijelakan bahwa rasul berkewajiban menegakkan hukum agama dalam menyelesaikan perkara manusia secara adil, tiada yang dirugikan. 36. Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan “Sembahlah Allah saja, dan jauhilah Thaghut[826] itu”, Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang Telah pasti kesesatan baginya[826]. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan rasul-rasul. Qs. An-Nahl / 1636 [826] Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah [826] Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah Ayat di atas menjelaskan bahwa setiap rasul yang diutus kepada suatu umat bertugas mengajak manusia untuk menyembah Allah dan menjauhi tagut sembahan selain allah. 84. Dan Ingatlah akan hari ketika kami bangkitkan dari tiap-tiap umat seorang saksi rasul, Kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir untuk membela diri dan tidak pula mereka dibolehkan meminta ma’af. Qs. An-Nahl / 1684 Menurut ayat di atas, setiap umat kelak di hari akhir saat ditimbang amalnya dihadirkan para rasul masing-masing umat tersebut. Rasul pun menjelaskan bahwa dia telah menyampaikan tugasnya kepada mereka, namun mereka tetap tidak mau beriman. C. NAMA-NAMA RASUL ALLAH SWAT Manusia yang diberi amanah untuk menyampaikan wahyu Allah amat banyak, baik amanah untuk diri sendiri sebagai nabi maupun amanah untuk diri sendiri dan umatnya sebagai rasul. Dalam hadis berikut diriwayatkan tentang jumlah rasul Abi Zar bertanya Ya Rasulullah, berapakah jumlah para nabi? Beliau menjawab Seratus dua puluh empat ribu, yang termasul rasul dari mereka itu sebanyak tiga ratus lima belas, suatu jumlah yang besar HR. Ahmad No, 21257 Rasul Allah sejumlah tiga ratus lima belas orang. Adapun nama-nama di dalam Al-Qur’an ada dua puluh lima 1. Nabi Adam 2. Nabi Idris 3. Nabi Nuh 4. Nabi Hud 5. Nabi Lut 6. Nabi Saleh 7. Nabi Ibrahim 8. Nabi Ismail 9. Nabi Ishak 10. Nabi Yakub 11. Nabi Yusuf 12. Nabi Ayyub 13. Nabi Zulkifli 14. Nabi Syu’aib 15. Nabi Musa 16. Nabi Harun 17. Nabi Dawud 18. Nabi Sulaiman 19. Nabi Ilyas 20. Nabi Alyasa 21. Nabi Yunus 22. Nabi Zakaria 23. Nabi Yahya 24. Nabi Isa 25. Nabi Muhammad SAW D. SIFAT-SIFAT RASUL-RASUL ALLAH SWT 1. Sifat Wajib Rasul a. Sidiq Benar Rasul selalu benar apabila berbicara dan benar pula dalam perbuatannya. Kebenaran ucapan dan perbuatan para rasul telah diungkapkan dalam firman Allah SWT sebagai berikut 52. Mereka berkata “Aduhai celakalah kami! siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami kubur?”. inilah yang dijanjikan Tuhan yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasulNya. Qs. Yasin / 3652 Allah juga berfirman sebagai berikut 44. Seandainya dia Muhammad mengadakan sebagian perkataan atas nama kami, 45. Niscaya benar-benar kami pegang dia pada tangan kanannya[1509]. 46. Kemudian benar-benar kami potong urat tali jantungnya. Qs. Al Haqqah / 44 – 46 [1509] Maksudnya Kami beri Tindakan yang sekeras-kerasnya. b. Amanah Dapat Dipercaya Karena kejujuran yang dihidupi para rasul, orang itu memasukkan keadanya. Allah berfirman sebagai berikut 33. Sesungguhnya kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu pikiran hatimu, janganlah kamu bersedih hati, Karena mereka tidak mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah [469]. Qs. An-An’am / 633 [469] dalam ayat Ini Allah menyebutkan Nabi Muhammad saw dengan menyebutkan bahwa orang-orang musyrikin yang mendustakan nabi, pada hakekatnya adalah mendustakan Allah sendiri, Karena nabi itu diutus untuk Menyampaikan ayat-ayat Allah. c. Tabliq Melaksanakan Tugas Setiap rasul menjalankan tugasnya secara baik terbuka terhadap individu terang-terangan. Allah SWT berfirman sebagai berikut 5. Nuh berkata “Ya Tuhanku Sesungguhnya Aku Telah menyeru kaumku malam dan siang, 6. Maka seruanku itu hanya menambah mereka lari dari kebenaran. 7. Dan Sesungguhnya setiap kali Aku menyeru mereka kepada iman agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya kemukanya dan mereka tetap mengingkari dan menyombongkan diri dengan sangat. Qs. Nuh / 71 5-7 d. Fatanah Cerdas Sesungguhnya para rasul bukan golongan kaum terpelajar, tetapi mereka memiliki kecerdasan yang titti dalam menghadapi musuh-musuhnya. 2. Sifat Mustahil bagi Rasul Sebuah. Kazib Dusta Sifat debu hanya dimiliki oleh manusi yang ingin mementingkan dirinya sendiri, sedangkan rasul mementingkan orangnya. Allah SWT berfirman sebagai berikut 44. Seandainya dia Muhammad melaksanakan sebagian perkataan atas nama kami, 45. Niscaya benar-benar kami pegang dia pada tangan kanannya [1509]. 46. Kemudian benar-benar kami potong urat tali hatinya. Qs. Al-Haqqah / 69 44-46 [1509] Maksudnya Kami beri Tindakan yang sekeras-kerasnya. b. Khiyanah Tidak Dapat Dipercaya Sepanjang sejarah belum pernah seorang rasul khianat mempercayai, juga berlaku juga terhadap amanah yang diperoleh dari Allah SWT. c. Kitman Tidak Menyampaikan Wahyu Tuga rasul di dunia adalah menyampaikan wahyu Allah SWT kepada manusia sebagai buku panduan hidup. Semua rasul tabliq atau mengirimkan wahyu dan melupakan kitman aau tersembunyi wahyu yang diamanahkan kepada dirinya. d. Baladah Bodoh Seorang rousl memiliki rugas yang berat. Rosul tidak mungkin seorang yang bodoh. Jika rasul bodoh, ia tidak dapat mengemban amanah Allah SWT jadi runtuhan rasul memiliki sifat bodoh. E. PERILAKU YANG MENCERMINKAN BERIMAN KEPADA RASUL-RASUL ALLAH SWT DAN MENCINTAI NABI MUHAMMAD SAW. KEHIDUPAN Perilaku yang mencerminkan keimanan kepada rasul-rasul Allah dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW antara lain sebagai berikut 1. Membiasakan diri berperilaku jujur terhadap siapa pun, termasuk sikap jujur para rasul. 2. Berusaha untuk dapat menyampaikan amanah kepada yang pantas menerimanya. 3. Memiliki etos kerja yang baik, Melaksanakan tugas-tugas yang dipikulkan pada dirinya, dan menyesuaikan kemampuan yang menghasilkan secara maksimal. 4. Berusaha untuk memiliki kepekaan dalam menghadapi masalah-masalah tersebut dapat diakses secarat tepat, baik dan sesuai pertimbangan akal sehat. 5. Sebagai seorang muslim dan mulimat kita wajib memiliki akhlak karimah tambahan Rasulullah SAW. F. HIKMAH BERIMAN KEPADA RASUL-RASUL ALLAH 1. Memperoleh penjelasan dari rasul tentang ayat-ayat atau tanda-tanda kebesaran Allah SWT. 2. Jiwa menjadi bersih karena ajaran tauhid yang dilakukan para rasul dari kita akan terbebas dari dosa syirik. 3. Diperoleh Pelajaran tentnag kitab Allah SWT Terutama Al-Qur’an sebagai petunjuk dan buku hidup. 4. Memperoleh tentang hikmah terutama ajarna yang diberikan Rasulullah SAW. BAB III KESIMPULAN A. KESIMPULAN Rasul adalah manusia pilihan Allah SWT yang memberi amanah untuk menyampaikan wahyu atau membimbing manusia agar berlangsung pada jalan yang benar. Sebagai manusia, rasul memiliki sifat-sifat seperti yang dimiliki manusia lainnya, misalnya makan, minum, bekerja, berkeluarga, dan bermasyarakat. Rasul Allah memegang tiga ratus lima belas orang. Nama-nama di dalam Al-Qur’an ada dua puluh lima. B. SARAN Jika muslimin wajib Undang-Undang Rasul-rasul Allah, karena merupakan salah satu rukun iman dan berusaha untuk berperilaku yang mencerminkan iman kita kepada Rasul-Rasul Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
Rasul(Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.".
MCbRhs. ytr3vt7rv5.pages.dev/872ytr3vt7rv5.pages.dev/867ytr3vt7rv5.pages.dev/653ytr3vt7rv5.pages.dev/190ytr3vt7rv5.pages.dev/832ytr3vt7rv5.pages.dev/915ytr3vt7rv5.pages.dev/640ytr3vt7rv5.pages.dev/191
makalah iman kepada rasul allah lengkap